Wednesday, December 22, 2010

Tentang Emak

Saya menemukan sosok perempuan hebat dalam dirinya...Emak
Emak yang penuh keterbatasan adalah perempuan paling mengagumkan yang pernah saya temui dalam hidup saya...
Dia bekerja, dia merawat dan membesarkan sendiri keempat anaknya tanpa bantuan baby sitter, dan dia sangat sangat tegar dalam menghadapi semua cobaan hidup yang menghadangnya

Dan lihatlah betapa saya bisa mengoceh panjang lebar tentang orang lain atau hal lain...Tapi jika sudah berbicara tentang Emak, rasanya sepanjang apapun kalimat yang saya tuliskan tidak akan cukup untuk menggambarkan rasa kagum dan hormat saya terhadapnya...Betapa saya harus sangat banyak belajar dari ketabahan dan keberaniannya dalam menjalani hidup, dan betapa dia selalu ingin membahagiakan anak-anaknya...

Saya ingat betapa saya sering kesal sama Emak karena beliau tidak pernah mengijinkan saya membeli es tebu yang dijual emang-emang dipinggir jalan pulang saya dari sekolah ke rumah...padahal, waktu akhirnya saya nekat beli es tebu itu (dan rasanya gak seberapa enak, btw) besoknya saya kena demam dan radang amandel...hehehe

Saya ingat betapa sedihnya Emak ketika melihat saya pulang dari ekstra kurikuler pramuka di sekolah suatu hari dalam keadaan mata kiri benjol sebesar bola tenis dan lecet di mana-mana...Itu akibat saya melanggar nasehat beliau supaya selalu memegang kedua stang ketika bersepeda...akibatnya? sampe sekarang tulang pelipis sebelah kiri saya lebih besar dibanding yang kanan...

Saya ingat betapa beliau selalu menyuruh saya mengerjakan sendiri tugas-tugas sepele di rumah: mencuci piring, membersihkan tempat tidur, belanja di pasar dan membantu beliau memasak, bahkan di umur 10 tahun saya sudah dapat tugas membuat nasi putih untuk makan sekeluarga...Tanpa didikan beliau, mungkin saya sudah mati kelaparan di negeri rantau sana...

Tapi di saat yang sama, Emak juga selalu mencubit saya kalau saya meleng waktu sedang belajar...dia ingin anak-anaknya pintar dan berpendidikan...karena baginya, hanya ilmu warisan yang tidak berat dibawa ke mana-mana, dan tidak akan berkurang walau terus dibagikan...

Emak dan tim kompaknya, Abah tersayang, juga selalu memperlihatkan kekompakan dan rasa sayangnya pada kami...hari Minggu adalah hari dimana mereka berdua akan sibuk di dapur dan memasak, sementara kami anak-anaknya ditugasi membersihkan rumah dan mencuci pakaian...setelah selesai semua tugas tersebut, kami akan duduk bersama di lantai (kami tidak punya meja makan waktu itu) dan makan masakan spesial yang sudah disiapkan oleh Emak dan Abah sambil berbagi cerita (dan seringnya rebutan makanan soalnya masakannya betul-betul nyamnyam!!)

Begitu banyak yang saya ingat tentang Emak dan betapa luar biasanya beliau dalam mendidik dan membesarkan kami...Dan saya tidak bisa bilang banyak selain berterima kasih atas Emak dan cinta yang beliau berikan...Karena Dia mengirimkan Emak untuk saya, dan bukan orang lain yang menterlantarkan anaknya...

Saya bersyukur pada-Nya atas Emak...karena tanpa beliau saya tidak akan ada

Dan betapa setiap kali saya melihat beliau menangis, tidak ada hal lain yang ingin saya lakukan selain mengangkat apapun beban berat yang sedang dipikulnya supaya beliau bisa tersenyum lagi

Bahwa saya memang kadang tidak punya daya untuk membantunya kadang membuat saya sedih...karena terkadang, tidak semua hal bisa diselesaikan oleh materi

Tapi selama saya bisa, dan selama saya mampu...jika ada satu manusia yang akan saya lakukan apapun untuk bisa melihat beliau tersenyum bahagia, maka beliau adalah Emak...

No comments:

Post a Comment