Tuesday, March 22, 2011

After the Honeymoon

Akad sudah terucap...Pesta sudah selesai...Kebaya dan baju-baju sudah dicuci dan kembali tertata rapi di lemari...Bulan madu juga sudah lewat dengan mengukir banyak kenangan menyenangkan...Lalu, sudah itu apa??

Seringkali, waktu saya masih kecil dan punya sejuta mimpi tentang unicorn, saya berpikir bahwa suatu hari saya akan ketemu dengan pangeran berkuda putih yang akan menyelamatkan saya dari mencuci piring-mencabut rumput-mencuci mobil dan segala pekerjaan rumah yang saya gak suka dan hidup bahagia selama-lamanya...Tapi hidup berubah, dan si anak kecil dengan sejuta mimpi juga tumbuh jadi gadis ABG sinis yang berpikir bahwa si Pangeran berkuda putih itu tidak datang sendiri; dia datang dengan KUDA PUTIH yang pastinya (sebagaimana makhluk hidup pada umumnya) mengeluarkan tai dan kitalah yang harus membersihkan semua kotorannya si kuda itu karena sang pangeran sibuk mengendarai kuda...Dan lagi, hidup berubah...mempertemukan saya dengan realita: bukan pangeran berkuda putih, tapi manusia biasa...Manusia yang nyata, yang mencintai saya karena saya adalah saya, dan mau menerima semua kekurangan dan kelebihan saya...Manusia yang mengharapkan hal yang sama dari saya, dan tidak ragu untuk memeluk saya ketika keadaan kacau dan berkata: tidak apa-apa...everything is going to be just fine...Manusia yang sesederhana air putih, yang dengannya saya tidak ragu berkata: saya gak ngerti kamu, dan dia akan jelaskan apa maksud dan maunya...Manusia yang akhirnya menjadi suami saya...

Saya gak akan bohong dengan bilang bahwa pesta pernikahan saya berjalan dengan sempurna..TIDAK...there are a big mess that happen, dan kalau saya bisa mengulang kembali banyak hal, ada beberapa keputusan saya yang ingin saya ubah...tapi pada akhirnya, yang terpenting adalah: kami menikah, kami menggenapkan separuh agama kami, dan kami berhasil melewati satu tahap yang sulit dalam hidup kami (preparing the wedding from Balikpapan, mom in Java island and his parent is in another island is a recipee for disaster, I'm telling ya)...And I am feeling so blessed and happy, that I dont think it is wise to keep on cursing dan menyesalkan sesuatu yang sudah terjadi...Jaaadiiii, tidak akan ada yang namanya vendor review dari saya di blog ini....

Balik lagi ke after marriage life...semua dongeng yang diceritakan sama kita selalu berakhir dengan pangeran dan putri menikah dan hidup bahagia selamanya...Seringkali itu yang bikin semua orang berpikir bahwa: hidup akan selalu indah setelah menikah...dan jadi bingung, sesudah itu apa?

Ternyata banyak yang harus kamu lakukan sesudah menikah...bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca membiayai pernikahan, misalnya...lalu merencanakan karir kedepannya, apakah akan terus jadi kuli atau ingin mengkulikan orang lain. Bagaimana dengan anak? apakah kami tidak ingin punya anak? oh, kami sangat ingin punya anak...tapi biarlah, Sang Pemberi Hidup yang memutuskan kapan akan memberi kami amanah besar itu...

Yang pasti, pernikahan bagi kami bukanlah akhir dari suatu perjuangan, tapi awal dari suatu perjuangan baru yang panjang dan pasti akan penuh dengan tantangan...loh, kalo gitu tidak happily ever after dong? Depends on your definition of happily ever after...To me, as long as I am facing all these obstacles with my loved ones, there is no reason not to be happy...

So, happily ever after, bring it on!!!

No comments:

Post a Comment