Tuesday, April 19, 2011

Kaos

Kaos itu sederhana. Warnanya hitam, dengan tulisan besar ber-glitter warna emas dan perak. Dan kamu memakainya. Ukurannya terlihat kebesaran di kamu. Tapi kamu bilang kamu suka karena super nyaman. Aku mengangguk.

Kaos itu dari aku. Well, sebenarnya kamu rampas dari koperku waktu aku pulang berlibur dari luar negeri bersama keluargaku. Kamu bilang, aku harusnya bawa oleh-oleh buatmu. Jadi kamu ambil saja kaos yang paling kamu suka. Aaaah...Kamu memang pinter baca pikiranku. Aku sengaja pilih kaos ini; berharap kamu akan notice dan mengambilnya untuk kamu pakai. Anggap saja sebagai kenangan kalau aku tak ada di sekitarmu. Kalau kamu kangen. Tapi lagi-lagi...itu hanya aku yang GR..Dari semua sikapmu padaku, aku tau kapasitasku di hatimu: teman. Titik. Tanpa koma, apalagi kalimat tambahan setelahnya. Tapi kalau memang ada embel-embelnya aku pasti akan sangat bahagia. Hohohoho....

Bertepuk sebelah tangan memang paling tidak menyenangkan. Dan yang bikin lebih tidak menyenangkan adalah karena objeknya kamu. Kamu yang selalu ada di depan ku, kamu yang ada di lingkaran pertemanan ku, kamu yang, ah...sudahlah...kamu ya kamu. Susah menguraikan arti kamu buatku dalam tulisan seperti ini.

Kembali lagi ke kaos, jujur aku cemburu sama kaos itu. Bisa-bisanya dia menyentuh kulitmu yang tidak putih, tapi bersih dan halus. Dan aroma tubuhmu yang khas: campuran yang manis dari buah melon dan timun. Aku betah duduk dekat-dekat kamu setiap hari. Bisa gak kalo kamu duduk dekat aku terus seperti ini? Mungkin aku meminta terlalu banyak. Maaf, tapi kadang aku gak bisa menahannya.

Hari ini seperti biasanya kamu nongkrong di depan rumahku. Dengan kaos hitam pemberianku, dan celana pendek kesukaanmu. Semangkuk baso ada di tanganmu, dan sudah separuh kamu habiskan. Aku ada di sebelahmu, sibuk dengan lamunanku sendiri sambil mendengarkan celotehanmu.

"Saya gak heran kenapa kamu belum punya pacar sampai sekarang" katamu
"Oh ya? Kenapa?"
"Mana bisa punya pacar kalo kamu kemana-mana ngintil di belakangku kaya si wuffy?"
"Heh, sori ya..siapa yang ngekor kamu kemana-mana? Ada juga kamu yang buntutin aku ke sana kemari"
"Euh...susah deh kalo ngomong sama anggota IJA. Ngeles teruuuuus"
"IJA??"
"Ikatan Jomblo Abadi"
"Dasar jelek, seenaknya ngatain!!"
"Kalo saya jelek kamu gak akan ngikutin saya terus"
Sampai sini kita berdua terdiam. Jarak wajah kita sudah tinggal sejengkal jaraknya satu sama lain. Aku bisa mencium wangimu yang bikin betah itu. Campuran feromon, wangi sabun mandi, dan ketegangan yang memabukkan bikin aku lupa diri.

Lalu diatas semua intensitas itu, mata kita terpejam. Dua labia merapat dan menghasilkan ledakan dosis oxytosin tingkat tinggi dalam darah kita. Dan saya bahagia.

No comments:

Post a Comment