Friday, January 24, 2014

Weight, Weight, WAIT!!!!

Berat badan. What a dreadful word it is. Some people tried hard to gain weight, some others work hard to lose them. Either way, it has always been a problem for so many people in the world.

Disadari atau tidak, ternyata obsesi kita terhadap berat badan sudah dimulai dari sejak lahir. Ya gimana kita gak terlatih untuk terobsesi sama kata-kata satu ini lha wong salah satu indikator pertumbuhan bayi sehat adalah dengan naiknya berat badan. Makanya banyak ibu-ibu senasib seperjuangan yang galaunyaaaa minta ampun kalo udah dibilangin dokter kalo anaknya BB nya kurang. Belum lagi kalo ada tetangga bermaksud baik bermulut nyinyir yang bilang: anaknya kok kurus ya?? Makannya susah, ya? Atau kalo ibunya kerja: Gini deh, kalo diurus sama pembantu. Anaknya kurus soalnya makanannya dimakan pembantu semua. Perih gak sih hati lo sebagai mamak-mamak kalo denger komentar beginian? Mari hunus pedang sama - sama!! Hehehe :p




Sementara sang bayi dituntut untuk senantiasa naik berat badannya, pipi tembem, paha montok, dan patpat bulat besar bukanlah hal yang ideal kalau itu terjadi sama EMAKNYA. Si ibu yang baru saja melahirkan dituntut untuk bisa langsing singset set macam Kate Middleton 90 hari sejak kelahiran Pangeran George. The thing is, hidup macam K-Mid itu adalah standar enak-enake wong urip. Dengan statusnya sebagai princess kaya raya, dia bisa bayar pengasuh bayi, chef, cleaning service, stylist, nutritionist, dan personal trainer dengan gampangnya. Lah kita? Bisa nyempilin waktu buat mandi aja udah syukur Alhamdulillah. Sisanya kan si bayi nempel pel sama kita. Belum pekerjaan rumah macam masak, beres-beres, cuci baju, dan sebagainya. 10 menit waktu buat olahraga kadang-kadang terasa seperti kemewahan yang patut disyukuri (thanks to Mr. Hubby yang dengan senang hati ditempelin si bayi selama gue olahraga). Some people can easily lose those baby weight, some others don't. And when those who don't lose baby weight has a baby who is underweight, can you guess how cruel the comments will be? *tutupkuping*

Gue sendiri sebenernya cukup beruntung karena bisa balik ke berat badan semula satu tahun setelah melahirkan littleM. I didn't gain so much to begin with, but I still got some fat to lose. Particularly on that middle tummy part, where it stretches the most. LittleM sendiri perkembangannya cukup baik. Tiap kali di plot BB nya selalu ada di garis antara 0-1. Makannya juga lumayan. Walaupun nafsu makannya datang dan pergi secepat kilat, tapi ya paling gak dy tumbuh sehat dan ceria jadi gue gak pernah terlalu galau sama urusan berat badan ini.

Sampai kemarin.

Ceritanya littleM gw bawa ke dokter anak di Sfax buat kontrol sekaligus imunisasi. Sebagainya ibu-ibu yang tidak berbahasa arab dengan bahasa perancis yang cuma sepotong-sepotong, gue tentu mencari info dokter yang bisa berbahasa inggris kesana-kemari. Tapi ya namanya juga Sfax, kota kecil. Gue gak nemu dokter yang bisa bahasa inggris :( Ada sih, dokternya SLB. Tapi itu dokter umum, bukan dokter anak. Dan di Tunisia, dokter umum gak boleh kasi vaksin buat balita. Jadi yauwiss kudu nyari dokter anak. Akhirnya pergilah ke dokter anak yang direkomendasiin sama salah satu temen di sini. Dokternya udah tua, lucu sih..tapi gabisa bahasa inggris. So kami berkomunikasi dengan bahasa Arab-Tunisia patah2, bahasa Perancis yang patah-patah, dan bahasa Tarzan yang juga patah-patah (Tolong jangan bayangkan Anisa Bahar). Setelah ditimbang diperiksa, tanya ini-itu dll dsb, si dokter bilang: Kok BB nya kecil sekali ya? Untuk anak yang BB lahirnya 3.3kg harusnya 13bulan ini BB nya sudah 9.9kg atau sekitar 3x berat lahir. Makannya gimana? susah? (gue bilang: gak sih, dok..makan-makan aja) pilih-pilih makanan gak? (gue: ya kadang-kadang, gimana moodnya doi aja dok). Trus dokternya bilang: gini deh, coba kasi menu tinggi kalori dulu ya. Nanti 2 bulan lagi kontrol sekalian imunisasi kita cek2 lagi berat badannya. Harusnya udah naik.

Disini sebenernya gue udah mau protes. Gue mau bilang: Dok, coba itu BB nya di plot di grafik yang ada di buku bayinya littleM disitu. Biar jelas keliatan OK atau gak. Tapi karena kendala bahasa itu tadi, maksud gue ngemeng begitu gak kesampaian. Alhasil seharian kemaren gw sukses dibikin galau sama si dokter dan browsing resep-resep menu padat kalori buat makannya littleM. Gue akhirnya ngerti gimana rasanya ibu-ibu yang galau anaknya BB rendah. Karena dapat vonis kaya gitu dari dokter itu rasanya kaya dibilang gabecus jadi ibu, gabisa ngurus anak sampai-sampai berat badannya kurang. Belum lagi ketakutan kalau anaknya nanti gakbisa tumbuh dengan sempurna karena BBnya yang kurang ini. Sampai-sampai tadi malem gue mimpi dikejar-kejar sama setan Sadako yang ngesot-ngesot bawa boneka bayi. I kid you not. Bah, even my subconscious mind is affected by this darn thing. What a night mare!

Akhirnya gue capek. Pagi ini gw memutuskan untuk buka si grafik dan cek-cek sendiri. Gue plot tuh BBnya littleM di grafik, trus tarik garis. Grafik BBnya littleM ada diantara garis 0 dan -1, yang artinya masih sesuai, tapi emang dibagian yang langsing, bukan gemuk. Tinggi badannya sesuai untuk anak usia 13 bulan. Gue perhatiin lagi anaknya juga gak ada masalah: dia sehat, aktif, agak drama queen (sebagaimana bisa dilihat dari ibunya :P). Cek-cek KPSP untuk anak 12 bulan nilainya 10, 15bulan nilainya 9. Jadi, kenapa juga harus galau? Lha wong gue nya aja kurus begini, bapaknya juga kecil. Kalo dibandingin sama orang lokal mah ya jelas atuh kami ini imut-imut..hehehe :p

Tapi gue rasa urusan berat badan ini masih belum berakhir bahagia. It's still an open book which I still don't know how it will end yet. Yang pasti, dengan kejadian ini gue jadi makin niat untuk menanamkan sama littleM bahwa size don't matter. Selama pola makannya sehat (berhenti sebelum kenyang dan makan kalau lapar) dengan menu yang seimbang (halal dan toyib) dan olahraga, I will teach her to love herself and her body immage. That what is inside her is the most important thing (her brain, her soul, her intestines, heart, liver, and blood vessels) and when all those inner things are healthy, it will radiate beauty from within. That's the real beauty. And that, no one can take away from her. Ever. :)

No comments:

Post a Comment